Sekerat Masuk dalam Kategori 100 Tempat Persinggahan di Kutim

img

Kepala Dinas Pariwisata Kutim Nurullah

POSKOTAKSLTIMNEWS.COM, SANGATTA - Sekerat akan menjadi salah satu lokasi dari 100 tempat persinggahan yang ada di Kabupaten Kutai Timur.

Hal itu disebutkan Kepala Dinas Pariwisata Kutai Timur Nurullah saat ditemui media ini di Ruang Kerjanya, Kantor Dinas Pariwisata, Pusat Perkantoran Bukit Pelangi, Sangatta Utara. 

"Dalam rangka mendukung berbagai destinasi wisata di Kutai Timur, Desa Sekerat itu jadi 100 tempat untuk titik persinggahan nantinya," ungkap Nurullah beberapa waktu lalu.

Akan tetapi lanjutnya, pihaknya juga harus menyiapkan segala hal untuk mewujudkan rencana itu. "Kita juga sudah menyiapkan beberapa hal untuk wujudkan rencana ini, mulai dari membangun gazebo, toilet dan fasilitas penunjang lainnya," jelasnya.

Tidak hanya itu, namun persiapan lainnya tengah dilakukan. "Kalau kampung kita banyak, itu artinya diperlukan homestay juga disana, jadi kita persiapkan lah secara bertahap dan perlahan," tegasnya.

Disamping mempersiapkan infrastruktur  dan sarana prasarana penunjang untuk kenyamanan masyarakat yang datang berkunjung ataupun hanya sekedar singgah. Pihaknya juga akan menyiapkan berbagai pelatihan untuk meningkatkan sumber daya manusia di daerah tersebut.

"Kita panggil pelaku-pelaku pariwisata ini. Misalnya, seperti kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Kita berikan pembekalan peningkatan SDM. Dimana, tata kelola destinasi wisata itu supaya betul-betul masuk ke Sapta Pesona," paparnya.

Maksud dari Sapta Pesona ini, adanya unsur-unsur keamanan, ketertiban, kebersihan, kesejukan, keindahan, keramahan, dan kenangan bagi seseorang ketika berkunjung ke suatu destinasi wisata.

"Kita berikan wisatawan rasa aman dan nyaman agar mereka bisa kembali lagi ke sini. Kegiatan peningkatan SDM sudah kita lakukan kemarin," bebernya.

Pada kesempatan tersebut, Nurullah pun membeberkan beberapa materi yang diberikan dalam pelatihan peningkatan SDM. "Pertama, tata kelola destinasi wisata. Para peserta diajarkan bagaimana caranya mengelola destinasi wisata agar bisa sesuai dengan standar," terangnya.

Kedua, materi terkait permodalan. Para peserta diajarkan bagaimana caranya mengatur permodalan agar mendatangkan keuntungan dan tidak rugi. Mengingat diatas tahun 2024, secara otomatis tingkat wisatawan yang datang ke Kaltim sudah naik signifikan. 

"Pariwisata ini dibentuk dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Makanya, kita berikan pelatihan ini karena prospek di Kutai Timur itu luar biasa menyambut Ibu Kota Negara baru. Peluangnya besar, harus kita persiapkan dari sekarang," katanya.(adv)